Langsung ke konten utama

Adab Penempuh Thoriqot Sufi (Bag. 2)


Prinsip Dasar Amaliyah :
  1. Mencari ilmu untuk menegakkan perintahNya.
  2. Bergaul dengan para Syeikh dan kawan untuk menganalisa.
  3. Meninggalkan hal-hal yang dimudahkan dan penakwilan-penakwilan, demi menjaga diri.
  4. Mengikat waktu dengan wirid-wirid, agar hati terus hadir di hadapanNya.
  5. Mencurigai hawa nafsu dalam segala hal, agar bisa keluar dari pengaruhnya, selamat dari keteledoran dan kesalahan.
Kendala negatif dalam mencari ilmu adalah bergaul dengan orang yang banyak bicara baik dalam hal kebiasaan, hal-hal rasional maupun keagamaan yang tidak berpijak pada prinsip dan kaidah yang benar.

Kendala dalam bergaul dengan para Masyayikh dan sesama, adalah jika pergaulan itu penuh dengan tipudaya dan berlebihan.; Kendala dalam meninggalkan hal-hal yang diringankan dan penakwilanpenakwilan, adalah keberpihakannya pada selera nafsu.

Kendala mengikat waktu dengan aurad adalah memperluas pandangan dalam pengetahuan karena adanya faktor fadhilah-fadhilah wirid.

Kendala mencurigai nafsu adalah merasa senang dan bahagia atas kebaikan perilaku batinnya
dan istiqomahnya. Sebagaimana firman Allah Swt, ”Dan jika ia menebus dengan segala tebusannya Niscaya itu tidak akan diterima.” (Al-An’aam: 70). Nabi Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim (’alaihimussalaam) menegaskan dalam Al-Qur’an, ”Dan aku tidak membebaskan diriku. Sesungguhnya nafsu sangat cenderung memerintahkan keburukan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.”

Dasar terapi atas penyakit nafsu tersebut ada lima :
  1. Melaparkan isi perut
  2. Bergegas kembali kepada Allah ketika nafsu menghadang.
  3. Lari dari kejadian yang dikhawatirkan menjerumuskan diri.
  4. Melanggengkan istighfar disertai sholawat pada Rasulullah Saw, baik dalam khalwat maupun berjama’ah.
  5. Bergaul dengan orang yang menunjukkan dirimu kepada Allah atau perintah Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wan Ali, Sang Godfather Tanah Betawi

Wan Ali dan Habib Ali Bungur Ada satu nama di wilayah Kebon Nanas Jakarta Timur yang sangat disegani pada era tahun 1950-an. Wan Ali namanya. Orangnya gagah, tubuh tinggi besar, berdada bidang, berkulit putih bersih dengan wajahnya yang rupawan. Ia lebih memilih kuda berwarna putih sebagai tunggangannya sehari-hari. Kalau sedang menunggang kuda salah-salah orang bisa mengira ia adalah orang Belanda yang tengah patroli keliling kampung.  Pemerintah RI tidak mengenalnya sebagai pahlawan, namun semua jawara Betawi yang hidup sejaman dengan Wan Ali tahu kalau Wan Ali secara terang-terangan telah seringkali melakukan serangkaian perlawanan kepada pemerintah Belanda dan Jepang, sama seperti yang dilakukan para pahlawan lain.  Bedanya, pemerintah Belanda dan Jepang tidak terlalu berani ambil resiko berhadapan dengan orang satu ini. Dan satu lagi, Wan Ali secara prinsip berseberangan dengan para jawara beraliran hitam. Dunia Betawi saat itu mengenal Wan Ali sebagai prib...

Hizib Asyfa' KH. Sholahuddin Abdul Jalil Mustaqim

بسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اَلْفَاتِحَةُ ِللهِ تَعَالٰى. إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفٰى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.......... اَلْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا اَبِىْ بَكْرٍ نِ الصِّدِّيْقِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ......... اَلْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ............. اَلْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ........... اَلْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا عَلِيِّ بْنِ اَبِىْ طَالِبٍ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ............. اَلْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا حَسَنٍ وَسَيِّدِنَا حُسَيْنٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا.......... لَهُمَا الْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ آمْبَاهْ فنْجَالُوْ وَاُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ.............. لَهُمُ الْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ وَالِىْ صَاعَا خُصُوْصًا ...............لَهُمُ الْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ سُلْطَانِ اْلاَوْلِيَآءِ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلاَنِي........... اَلْفَاتِحَةْ. إِلَى حَضْرَةِ الشَّيْخِ عَبْد...

PERBEDAAN NOTEBOOK, NETBOOK & LAPTOP (TAMBAHAN ISTILAH: PALMTOP DAN ULTRABOOKS)

sejarah laptop dari MCM/70 sampe Apple ibook G3 dual USB LAPTOP Kadang digunakan untuk notebook atau netbook, intinya lu boleh bilang dua2nya laptop meski gw kurang sepakat ma penyamaan istilah ini LAP = di pangku TOP = di atas Sebenarnya istilah Laptop /atau gw lbih seneng nyebut komputer jinjing/ merupakan istilah zaman 1970 ampe 1990-an untuk kmputer yg bisa lu tenteng kmana2. Contoh : MCM/70, Zenith Minisport dll, lu liat sndiri gmbar di atas Menggunakan Prosessor (Intel) Pentium Dual-Core atau Core Series. Klo AMD menggunakan Turion 64X2.  Lebar layar 13" ampe 17" inci NOTEBOOK Sering juga disebut Laptop, karena dua2nya /laptop & notebook/ sebenernya 2 nama dengan satu maksud yaitu komputer jinjing atau komputer yg bisa dbawa kmana2. Ada juga sih yg nyamain kedua kata ini yaitu notebook dan netbook dngn laptop, jd lu boleh nyebut notebook dan netbook dengan sebutan laptop meski gw sbenernya kurang spakat ma penyamaan ini alesannya spesifikasi komputer jinjing hrus di...