Sejarah Tanda Waqaf Dalam Mushaf Utsmani Standar Indonesia - Bid'ah Dalam Al Quran Yang Terlupakan -
Sejarah Tanda Harokat dan Titik - Ini Bid'ah - Sejarahnya bermula dari kesulitan yang di alami sebagian penduduk non-arab yang belajar al quran. Mereka butuh pedoman baca seperti tanda atau simbol tertentu untuk memudahkan bacaan, karena itulah Abul Aswad Ad-Duali memerintahkan muridnya dari Bani Abdul Qois untuk menuliskan tanda baca fathah, dhomah, kasroh dan sukun agar mempermudah orang-orang non-arab mempelajari al quran Kedua muridnya Yahya bin Ya'mur dan Nasr bin Ashim juga mencetuskan beberapa tanda baca untuk mempermudah muslim non-arab untuk mempelajari al qur'an yaitu berupa titik yang membedakan antara huruf-huruf hijaiyah satu dengan yang lainnya. Imam Kholil bin Ahmad Al-Farahidi juga berkontribusi dengan menyusun simbol untuk hamzah, isymam, rum dan tasydid. Di paruh awal abad ke-IV hijiriyah Al-Imam Muhamad bin Toifur Sajawandi menulis tanda-tanda waqaf. Di kemudian hari Al-Imam Mushoddir Bukhori menulis tanda-tanda waqaf lainnya untuk mempermudah memahami w...