Langsung ke konten utama

Postingan

SITUS, BLOG DAN WEBSITE ASWAJA

  Banyak web, blog dan sejenisnya yang ngaku-ngaku ASWAJA. Supaya tidak terjebak berikut adalah daftar web, blog dan sejenisnya yang merupakan situs ASWAJA. Mohon ditambah bila ada yang belum tercantumsebelum ditambahkan verifikasi dulu: A. Majelis Ta’lim dan Dzikir: Majelis Rasulullah, Jakarta ( http://www.majelisrasulullah.org/ ) Majelis Nurul Musthofa, Jakarta ( http://www.nurulmusthofa.org/ ) Majelis Al-Anwar, Jakarta ( http://www.majelisalanwar.com/ ) Majelis Dzikir Al-Attas, Jakarta ( http://majlisdzikiralattas.wordpress.com/ ) Majelis Dzikir Az-Zikra, Jakarta ( http://www.majelisazzikra.org/ ) Majelis Nurul Habib ( http://www.nurulhabib.com/ ) Majelis Ahbabur Rasul ( http://www.ahbaburrasulsaw.org/ ) Majelis Riyaadhul Jannah, Jakarta ( http://riyaadhul-jannah.blogspot.com/ ) Majelis Nurul Qulub, Tegal ( http://www.nurulqulub.org/ ) B. Website Ilmiah (Bahasa Indonesia): http://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/ http://www.pejuangislam.com/ http://www.org...

Manfaat Zikir

Manfaat zikir (dzikirullah)  jika dilaksanakan dengan benar dan sesuai dengan tuntunan Guru Mursyid banyak sekali. Syeikh Ibnu Athaillah As Sakandari dalam bukunya tulisannya Mifhtahul Falah wal Mishbahul Arwah menyebutkan ada 68 macam manfaat zikir. Namun dalam kesempatan ini kami akan menulis dulu 17 manfaat zikir tersebut yaitu : Mengusir, menangkal, dan menghancurkan setan.   Membuat rida al-Rahman dan mendatangkan murka setan. Menghilangkan segala kerisauan dan kegelisahan serta mendatangkankegembiraan dan kesenangan.   Melenyapkan segala keburukan.   Memperkuat qalbu dan badan.   Memperbaiki apa yang tersembunyi dan apa yang kelihatan.   Membuat qalbu dan wajah menjadi bersinar terang.   Mempermudah datangnya rezeki.   Mendatangkan wibawa dan ketenangan pada pelakunya.   Mengilhamkan kebenaran dan sikap istiqomah dalam setiap urusan.   Memunculkan sikap muraqobah (merasa selalu diawasi Allah) yang dapat mengantarkan pada kond...

Cucu Al Arif Billah Habib Lutfi Pekalongan Meninggal Dunia

BERITA DUKA Innaalillaahi Wainnaa Ilaihii Raaji’uun... Telah pulang ke rahmatullah; • Nama: al-Habib Hasyim bin Ali Zainal Abidin bin Seggaf bin al-Quthb al-Imam Abu Bakar bin Muhammad Asseggaf. • Usia: 11 tahun. • Pada: Hari Kamis malam Jum’at pukul 01.30 WIB di Rumah Sakit Telogo Rejo Semarang. • Kronologi: Karena kecelakaan tertabrak sepeda motor di depan Gedung Kanzus Shalawat Jl. Dr. Wahidin Pekalongan,semalam pukul 21.00 WIB. Dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Khodijah Pekalongan dan tidak mampu. Kemudian dirujuk ke Telogo Rejo, akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala memanggilnya. Beliau adalah cucunda Syaikhina wa Murabbi Ruuhinaa al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan dari jalur putri beliau. Dan akan dimakamkan hari ini Jum’at 23Agustus 2013 ba’da Ashar di Makam keluarga Habib Hasyim bin Yahya Sapuro Pekalongan. Mohon Hadiah Fatihah…… source : https://www.facebook.com/syaroni.assamfury?fref=ts

Biografi Al Arif Billah Ibnu Athoillah As Sakandary

    Tajuddin Abu al-Fadl Ahmad bin Muhammad bin Abd al-Karim bin Atho’ al-Sakandari al-Judzami al-Maliki al-Syadzili dilahirkan di kota Alexandria (Iskandariyah), lahir sekitar tahun 658 H. Beliau berasal dari bangsa Arab. Nenek moyangnya berasal dari Judzam yaitu salah satu kabilah Kahlan yang berujung pada Bani Ya’rib bin Qohton, bangsa Arab yang terkenal dengan Arab al-Aa’ribah. Kota Iskandariah merupakan kota kelahiran sufi besar ini. Suatu tempat di mana keluarganya tinggal dan kakeknya mengajar. Kendatipun namanya hingga kini demikian harum. lalu beliau pindah ke Kairo Mesir pada masa kekuasaan Dinasti Mameluk. Di kota inilah ia menghabiskan hidupnya dengan mengajar fikih mazhab Imam Maliki di berbagai lembaga intelektual, antara lain Masjid Al-Azhar. Di waktu yang sama dia juga dikenal luas dibidang tasawuf sebagai seorang “master” (syeikh) besar ketiga di lingkungan tarekat sufi Syadziliyah ini. Ibn ‘Atha'illah dikenal sebagai sosok yang dikagumi dan bersih...

Dialog Ibnu Athoillah dan Ibnu Taimiyah

Sudah lama sekali penulis mencari tulisan ini, akhirnya dapat juga. Selamat manikmati dialog ilmiah Ibnu Athoillah dan Ibnu Taimiyah : ilustrasi: dialog dua guru besar Berikut percakapan antara dua orang ulama masyhur dalam sejarah Islam. Yang pertama adalah Syeikhul Islam Ibnu Taimiah, seorang ulama ternama yang fatwa-fatwanya banyak diikuti oleh kaum muslimin. Yang kedua adalah imam Ahmad Ibnu Athaillah As-Sakandari, seorang sufi penyair yang ajaran-ajarannya menginspirasi dan menjadi rujukan kalangan sufi. Yang pertama dilahirkan tahun 660 H di kota Harran, Syria (w. 728 H)[1], dan yang kedua dilahirkan sekitar tahun 658 H di kota Al-Iskandariah (Alexandria), Mesir (w. 709 H).[2] Syahdan, suatu hari dari Alexandria Ibnu Taimiah berangkat ke Kairo. Menjelang malam ia menuju masjid Al Ahzar untuk shalat maghrib yang waktu itu diimami Ibn Athaillah. Selepas shalat, Ibn Athailah terkejut menemukan Ibn Taymiyah sedang berdoa di belakangnya. Sambil tersenyum, sang syaikh sufi i...

KATA - KATA BIJAK SANG SUFI, AL ARIF BILLAH MAULANA HABIB LUTFI PEKALONGAN (BAG. II)

"Rohmat turun karena sebab ikhtiar, contoh : sakinah mawadah dan rahmah akan muncul jika seseorang sudah ikhtiar untuk menikah" "Qudrat dan Iradat Allah swt ditunjukan pada tiap makhluk yang telah Dia ciptakan" " Make up orang mukmin ialah bekas sujud yang memancar dari wajahnya" "Maksiatnya Nabi Adam as merupakan tarbiyah Allah swt kepada Nabi Adam as agar kelak jangan mengulangi perbuatan tersebut" "Hikmah diperoleh setelah penalaran yang mendalam, hikmah juga mengajarkan seseorang untuk bersikap sabar" "Demi menghormati Abdullah bin Umi Maktum Rosulullah saw selalu berdiri tiap kali ada orang buta yang lewat dihadapan beliau" "Berpalingnya Rosulullah saw dari Abdullah bin Umi Maktum membuat beliau ditegur oleh Allah swt dengan cara yang halus yaitu dengan dhomir gho'ib ' Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling', bukan dengan dhomir mukhotob 'Kamu (Muhammad) bermuka masam dan berpaling', (sura...

LAKU TORIQOT HABIB LUTFI SEWAKTU MUDA

Abah Lutfi saat acara maulid Nabi Shollaallahu alaihi wasalam di Pekalongan Ditengah obrolan ringan penulis kala berkunjung di rumah H. Abdulloh, Gang. 5, Jenggot, Pekalongan, salah satu kawan seangkatan Abah ini menceritakan : "Dulu sewaktu masih muda salah satu laku toriqoh yang dijalankan Lutfi sebagaimana dituturkan oleh Hasan Baisyah Pekalongan adalah mengumpulkan beras dari para dermawan dan orang - orang kaya untuk dibagikan kepada fakir miskin dan janda-janda , bahkan lutfi muda sendiri yang keliling dengan becak membagikan beras tersebut ke orang-orang, Hasan Baisyah sempat berujar kalau ada dua orang kayak Lutfi pasti warga Pekalongan gak akan pernah kelaparan" mendengar kisah itu penulis jadi teringat kisah guru toriqoh Abah yakni Simbah Malik, Kedungparuk, Purwokweto. "Hampir setiap hari Selasa pagi, dengan kendaraan sepeda, naik becak atau dokar, Syaikh Abdul Malik mengunjungi murid-muridnya untuk membagi-bagikan beras, uang dan terkadang pakaian sambil m...